Skip to content

cara mengutip

December 2, 2012

Kutipan

Pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk Lisan.

 

Fungsi:

  1. Landasan teori
  2. Penguat pendapat penulis
  3. Penjelasan suatu uraian
  4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

 

Hal perlu diperhatikan dalam mengutip:

1)      Penulis memperhatikan bahwa kutipan it[Sic!] perlu.

2)      Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan

3)      Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori

4)      Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung

5)      Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung

6)      Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga[Sic!] sumber rujukan.

 

Prinsip Mengutip

1. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya.

Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan.

Contoh:

‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang’.

Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it[Sic!] ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya:

1)      ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang’.

2)      ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang’. [Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

2. Menghilangkan bagian kutipan.

Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan it[Sic!] tidak menyebabkan perubahan makna.

Cara:

1)      Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi.

2)      Menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai ke margin kanan).

 

Jenis Kutipan

  1. Kutipan Langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
  2. Kutipan Tak Langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
  3. Kutipan pada catatan kaki.
  4. Kutipan atas ucapan lisan.
  5. Kutipan dalam Kutipan.
  6. Kutipan Langsung pada materi.

 

Cara Mengutip

1. Kutipan Langsung:

1). Yang tidak lebih dari empat baris:

a)      Kutipan diintegrasikan dengan teks,

b)      Jarak antar baris kutipan dua spasi,

c)      Kutipan diapit dengan tanda kutip,

d)     Sesudah kutipan selessai, langsung dibelakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan it[Sic!] diambil.

2). Yang lebih dari empat baris:

a)      Kutipan dipisah dari teks sejarak tiga spasi,

b)      Jarak antar baris kutipan satu spasi,

c)      Kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan,

d)     Kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip,

e)      Di belakang kutip diberi sumber kutipan (seperti pada 1).

2. Kutipan Tak Langsung:

1)      Kutipan diintegrasikan dengan teks

2)      Jarak antar baris kutipan spasi rangkap

3)      Kutipan tidak diapit tanda kutip

4)      Sesudah selesai diberi sumber kutipan.

3. Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan

Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya(bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau tidak langsung.

5. Kutipan dalam Kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:

1)      Bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda

2)      Bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

6. Kutipan Langsung pada materi

Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.

Contoh:

“Jelas,”kata Prof. ani, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

 source : http://she2008.wordpress.com/2011/01/08/kutipan-daftar-pustaka/

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: