Skip to content

Kemacetan yang Membosankan

November 8, 2012

opini

Ya, Jakarta dan sekitarnya merupakan tempat yang identik dengan keramaian, tempat mengadu nasib, serba canggih dan sebagainya. Setiap sore Jakarta selalu dan selalu menikmati dengan yang namanya macet. Yah, memang, mau bagaimana lagi, sebagai pusat ibukota yang tidak akan pernah tidur hingga malam datang menjemput. Ditambah lagi jika hujan turun dengan lebatnya, banjir, hmm sudah tidak lagi heran, ketika hujan banjir dan macet menjadi satu rasanya bagai neraka untuk semua yang pulang kerja. Bukan hanya sekedar satu atau dua jam, pengguna mobil pribadi bisa sampai 3 jam tidak bergerak. Apa rasanya setelah seharian kerja, ditambah macet, hujan untuk pengendara motor. Hmm, kembali mengulang kalimat “mau bagaimana lagi”. Demi mendapatkan uang… mereka ya harus rela dengan keadaan yang bagaimanapun. Wahai para wakil rakyat, pejabat yang berurusan dengan negri ini, mereka yang duduk di kursi mewah, bermerek, mahal…mengapa kemacetan saja tak bisa diselesaikan ? hmm, jika bicara berurusan dengan negara nan indah ini, pemerintah yang terhormat ini tak akan ada habisnya. Sedikit opini tentang sistem pemerintahan kita dari dulu sampai sekarang. Menurut saya kemacetan bisa diatasi dengan pengurangan kendaraan pribadi. Ya memang hampir setiap kepala keluarga memiliki kendaraan pribadi. Tapi semua ini bisa kita kurangi, pemerintah kan banyak uang, dana alokasi dan sebagainya. Buatlah angkutan umum yang nyaman, aman, banyak, mudah dijangkau dll. Dengan ini masyarakat akan beralih untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi. Buat apa menggunakan kendaraan pribadi toh ada angkutan umum yang aman, nyaman. Begitu pikiran masyarakat jika fasilitas umum mereka kembangkan. Ini akan mengurangi jumlah kendaraan pastinya. Mengurangi polusi juga kan ? bagaimana mau mengatasi macet, wong kendaraan umum di Indonesia saat ini saja menjadi alat para penjahat untuk memerkosa, merampok, pelecehan seksual dan masih banyak lagi. Tidak heran jika peminat kendaraan umum lebih sedikit dibanding kendaraan pribadi. Jika memang sudah sering banyak kasus seperti ini, tegakkanlah hukum yang berat, pantas dan sesuai dengan pelaku yang melakukannya. Jangan hanya hukum penjara 5 bulan, wong kasus ibu ibu pencuri sedikit biji kopi saja dihukum 5 tahun. Padahal Cuma biji kopi. Lalu ? dimana keadilan negara kita ini ? sulit sudah jika sudah main suap suapan, buta dengan rupiah. Jika kendaraan umum dibuat lebih aman, nyaman, efektif, pasti kemacetan sedikit terurai. Paling tidak volume kendaraan berkurang karna mereka lebih memilih angkutan umum. Ini angkutan umum saja egol egolan, parkir sembarangan, nyetir seperti kesetanan, jauh dari rasa aman apalagi nyaman. Jadi, pendapat saya kemacetan masih menghantui Jakarta kita sebelum angkutan umum bisa diperbaiki fasilitas maupun sistem kerjanya. Berikan fasilitas aman dan nyaman, murah dijangkau harganya, dan bertindak tegas pada hukum, berikan hukuman berat, setimpal pada pelaku kejahatan di angkutan umum. Dengan ini, mungkin akan sedikit mengurangi kemacetan. demikian

 

Wanty Zahara

3 SA 03

18610456

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: