Skip to content

Mereka segalanya…

October 24, 2012

Saya terlahir dari keluarga yang selalu menomorsatukan Allah sebagai acuan hidup.  Saya  adalah  anak kedua dari dua bersaudara. Saya memiliki kakak laki-laki, Alfan. Saya bangga memilikinya. Apa yang saya inginkan perlahan diwujudkannya. Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan swasta, Astra Internasioanal, di wilayah Sunter. Sebelum dia menetapkan diri untuk bekerja disana, dia bimbang akan sebuah pilihan. Tetapi, kedua orang tua yang kami cintai, mereka selalu mendukung terhadap pekerjaan sekarang yang kakak saya tekuni. Suatu hari ini pernah memiliki niat untuk resign, tapi ibu berusaha memberikan arahan, bahwa tidak sembarang orang bisa diterima di perusahaan tersebut. Lalu, sekarang dia masih bekerja disana. Sampai saat ini dia masih terus bekerja karena ibu selalu bilang, “suatu saat kamu akan menikah, bekerjalah karena Allah, dia selalu memberi segalanya pada umatnya yang taat, kamu jangan pernah ninggalin shalat ya mas” ibuku memanggil kakakku dengan mas. Dengan rezeki yang Allah berikan saat ini dia bisa membeli segala yang ia inginkan. Begitu juga saya, apapun yang saya minta, perlahan diwujudkan. Suatu saat, dia akan menikah dengan wanita yang dia cintai. Allah, berikan wanita sholeh, menyayangi kedua orang tuaku seperti ia menyayangi kedua orang tuanya, dan selalu taat akan semua perintahmu. Saat ini, kami berdua sering bercanda, dan aku bersyukur memiliki kakak seperti dia. Saya berfikir, jika dia telah menikah nanti, hal seperti ini tak akan lagi terulang. Saya pasti merindukannya. Dia tak bisa memberi sedikit uang lagi kepada saya, dia fokus pada keluarga barunya nanti. Dia memliki sifat tidak pelit pada apapun, loyal, apa adanya. Yang aku inginkan untuknya adalah, Allah lindungilah dia dimana pun dia bekerja, berikanlah jodoh yang seiman, taat padamu. Karena keluargaku berasal dari orang Jawa,semoga dia bisa mendapatkan orang Jawa juga, begitu kata ibuku. Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan kakak yang baik, bertanggung jawab, mencintai keluarga

Ibuku seorang ibu rumah tangga, tetapi bukan berarti dia berumah tangga, dia hanya mengurusi rumah saja. Dia sering pergi ngaji ksana kemari, dia aktif bersama majelis taklimnya. Saya pernah bertanya padanya, apakah dia tidak lelah, selain urusan rumah, mama juga aktif segalanya. Tetapi dia pernah bilang “kalo Cuma dunia aja yang dicari, ga ada abisnya, masa buat sempetin diri ngaji aja gabisa, gimana diakhirat nanti, kita kan ga hidup selamanya, ga tau juga kapan nyawa manusia dicabut yang punya, Allah” dia lancar mengaji juga segala acara seperti arisan dsb. Aku senang melihatnya demikian, dia selalu mengingatkan ku untuk tidak lupa dengan shalat. Ibuku memiliki toko sembako, dia adalah toko pertama yang muncul. Sehingga sudah banyak yang mengenal ibuku. Dia tidak peduli meskipun tokonya harus tutup, karena dia lebih mementingkan pengajiannya. Saya pernah bertanya

 “mah, yang jaga toko siapa kalo tutup? Kan sayang kalo ditutup”

Ibuku berkata “mama lebih baik tutup sebentar, jangan pernah pengajian juga shalat dikalahkan sama cai uang terus. Kalo seperti itu kita ga akan bisa ngaji menuntut ilmu, rezeki itu sudah Allah yang atur, buktinya mama ada saja rezeki yang datang, kamu minta ini itu mama kasih, itu semata karena Allah melihat mama, mama selalu patuh pada-Nya, kalo kita mau menjalani perintah-Nya, yakinlah bahwa dia pasti memberikan juga mengabulkan doa mama, apapun itu”.

Setelah aku pikir, semua benar yang dikatakan ibuku. Dia selalu mengingatkan aku untuk shalat tahajjud. Dia sering berkata “kamu tu shalat tahajjud, shalat malam, allah pasti mengabulkan segalanya, kita harus sabar, disaat orang lain tertidur pulas, kamu shalat meminta kepadanya, Allah pasti mendengar permintaan hambanya, kalahin rasa takut, malesnya”. Entah mengapa jika shalat tahajjud butuh niat yang extra. Rasanya shalat tahajjud adalah kita berkomunikasi dekat sekali dengan Allah, curhat cerita apapun, dialah tempat aku mengadu. Terima kasih Allah kau berikan akau seorang ibu yang mengajariku tentang agama, karena suatu saat agama dan ilmulah  yang bisa menolongku jika kau cabut nyawaku kelak.

Begitu juga papa, dia berasal dari lulusan pesantren. Dia sederhana, apa adanya. Dia baik, memberikan apa yang aku inginkan. Dia akan memberikan apa yang saya mau, jika hal itu sudah kebutuhan dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Jika tidak dia akan memberikan suatu pernyataan bahwa saat ini saya belum membutuhkannya. Jadi, dia akan membelikannya jika sudah benar-benar membutuhkannya. Papa tipe orang yang merawat, menjaga segakanya apa yang dia punya. Kendaraan dan lainnya. Dia selalu mengecek kendaraan kakak ku sebelum berangkat kerja. Dia bukan tipe orang yang suka membuang barang-barang lama karena sudah tak zaman, malah dia menjaganya seperti barang antik. Papaorang kreatif bisa membuat apapun segala keperluan, dia pernah bilang “kita jangan Cuma bisa beli dan beli, tapi kita harus berfikir bagaimana kita bisa membuat”. Papa sering menjadi imam shalah ied, padahal dia belum haji. Suatu saat nanti akulah yang akan memberangkatkan dia pergi haji bersama ibuku.amin. dia sering diminta imam, sebab kata orang suaranya enak di dengar dan lafadznya baik, panjang pendeknya jelas. Aku senang papaku seperti ini. Allah, jadikanlah papa sebagai imam keluargaku, bertanggung jawab, mencintai mama dan kedua anaknya, aku dan kakakku, sampai maut yang memisahkan. Papa bekerja di salah satu perusahaan swasta, yayasan Jantung Indonesia. Dia telah bekerja selama kurang lebih 60 tahun disana. Lindungi dia dimanapun dia berada Allah, aku mencintainya.

Ibu dan ayah aku bangga memiliki kalian. Terima kasih atas ilmu agama dan lainnya yang kau berikan padaku. We love you so much :*

Wanty Zahara

3 SA 03

18610456

softskill

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: