Skip to content

Pelapisan Sosial Dan Aspek Positif Negatifnya

November 6, 2011

Masyarakat pada umumnya, terbentuk dari masing – masing individu, lalu membentuk suatu masyarakat luas. Masing – masing individu tersebut memiliki latar belakang yang berbeda – beda. Dan akan terdiri dari beberapa kelompok social. Dengan demikian, akan terbentuk suatu pelapisan masyarakat. Masyarakat bisa di bayangkan jika mereka hidup secara individu, mereka tidak akan bias hidup tanpa adanya masyarakat. Individu pun tak dapat dibayangkan jika tanpa adanya masyarakat. Maka manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial, yang akan selalu mengalami perubahan sosial. Pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial.
Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :
1. Di ukur dari tingkat kekayaan
Pada masyarakat kita, pada hakekatnya ingin dikatakan sebagai orang mampu atau kaya. Dari hal tersebut seseorang hidup di kategorikan menjadi kaya, menengah dan miskin. Dapat kita ketahui, Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan
2. Di ukur dari tingkat kehormatan
Seseorang dapat dikatakan sebagai orang berbudi baik, jika orang tersebut memiliki keberanian dalam melakukan sesuatu yang baik hasilnya. Biasanya seseorang yang memiliki suatu kehormatan, dengan contoh seperti orang tua, perilaku yang beliau lakukan akan selalu di hormati atau di hargai anaknya maupun orang lain, selama perbuatan tersebut baik.
3. Di ukur dari tingkat ilmu pengetahuan
Setiap manusia pada hakekatnya berilmu. Seseorang ingin derajat dalam pendidikannya semakin tinggi. Semu ingin mencapai kesuksesan dengan membawa gelar, seperti sarjana, magister, maupun doctor. Namun untuk mencapainya, butuh proses yang sangat panjang dan juga sulit. Oleh karenanya, dari hal ini memiliki dampak negative, misalnya sering terjadi pemalsuan ijazah, membeli skripsi ataupun menyuap.sehingga banyak hal negative dari hal tersebut.
Ada pula, sifat dari pelapisan social adalah :
1. Terbuka
Pelapisan terbuka adalah pelapisan yang bersifat dinamis, dapt berubah – ubah. Misalnya, seseorang yang mau bekerja keras, yang tadinya orang kurang mampu, karena usahanya mereka bias menjadi kaya, dan begitu juga sebaliknya.
2. Tertutup
Pelapisan tertutup adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Maksudnya, seseorang yang sudah berada di atas ( kaya ), sangat jarang untuk dapat turun ataupun sebaliknya. Kecuali ada hal – hal khusus, seperti
• Sistem kasta
Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana
• Sistem Rasialis
Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih
• Sistem Feodal
Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan.
3. Campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya, seorang Bali b e r k a s t a Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta
Aspek positif dari system pelapisan social adalah :
1. Mudah dalam hal birokrasi, contoh seorang pejabat pemerintah kita mungkin akan sedikit lebih mudah dalam urusan birokrasi, karena adanya bantuan orang dalam yang memiliki jabatan.
2. Kerjasama yang baik, contoh bagi para pencari modal apabila seseorang yang memilik tingkat ekonomi menengah ke atas berpendidikan tinggi juga mempunyai jabatan dapat bekerja sama dengan masyarakat ke bawah untuk saling membantu dengan mendirikan koperasi kecil-kecilan dengan modal yang sudah di danai oleh orang yang mempunyai pengaruh kuat di daerah itu.
Aspek Negatifnya adalah :
1. Aspek yang akan timbul akan menimbulkan kesenjangan sosial dan diskriminasi, maksudnya, biasanya terjadi pada daerah – daerah pedesaan, banyak para tengkulak yang berani memainkan harga, contohnya, para petani daun bakau untuk pembuatan rokok, harga bakau harus ditentukan oleh tengkulak yang sudah bekerja sama dengan produsen rokok yang telah memilik nama. Jadi dengan ini akan timbul suatu diskriminasi yang disebabkan oleh tingkatan ekonomi.

Wanty Zahara
2 SA 03
Ilmu Sosial Dasar

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: