Skip to content

Pemerataan dan Kualitas Pendidikan Indonesia

October 9, 2011

Bagaimana pemerataan dan kualitas pendidikan di indonesia?

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan hasil alam begitu pula keindahan alamnya. Negara ini adalah negara berkembang yang masih banyak untuk tehap proses pembangunan. Pada sektor pendidikannya, indonesia masih banyak memiliki kekurangan untuk mengembangkan SDM yang dimiliki masyarakat. Dengan bukti, indonesia menempati urutan terbawah dari 40 negara lain. Saat ini, padahal yang sangat di butuhkan adalah bagaimana pelaksanaan di lapangan, meluasnya lowongan kerja untuk masyarakat agar mereka sedikit bisa mengembangkan pendidika yang pernah mereka tempuh. Dapat terlihat bahwa pemerataan pendidikan di Indonesia belum tercapai, seperti dapat terlihat pada tahun 1999 angkaa Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD mencapai 94,4%. Namun, APM untuk usia SLTP masih berkisar 54,8% dan SLTA 31,5%. Ketidakmerataan ini umumnya terjadi pada kelompok masyarakat pedesaan dan kelompok miskin. Padahal, mereka sangat membutuhkan terhadap pendidikan, karena dengan pendidikanlah manusia tidak lagi di bodoh bodohi.

Lalu, apa saja yang menyebabkan pendidikan masyarakat miskin terlihat rendah?

Kita ketahui, masalah pendidikan indonesia sangatlah rendah bahkan di atas rata-rata. ketidakrataan pendidikan di indonesia merupakan masalah yang sangat sulit dan banyak terjadi pada masyarakat miskin. hal utama yang menyebabkan masyarakt miskin tidak memperoleh pendidikan adalah masalah finansial keuangan. kita tahu, bahwa biaya pendidikan semakin lama semakin melambung tinggi. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat miskin tidak lagi peduli akan pendidikan. Mereka mengaggap masih banyak biaya biaya lain yang lebih penting di banding pendidikan seperti bersekolah. Dibanding masyarakat kota, mungkin hal ini tidak menjadi sebuah masalah besar, tapi bagi masyarakat  kecil hal inilah yang menjadi penghambat untuk mendapatkan pendidikan. Akses ataupun jalur yag harus di tempuh masyarakat juga menjadi salah satu penghambat mereka sulit untuk mendapatkan ilmu. Karena masyarakat kecil, biasanya tinggal di daerah terpencil seperti pedesaan yang sulit untuk dilalui kendaraan.Sehingga pendidikan yang masuk ke dalam masyarakt miskinpun menjadi minim, padahal desa dapat membantu perekonomian menjadi lebih baik.Pada kenyataannya, bagitu banyak lulusan sekolah menengah ataupun perguruan tinggi, tapi mereka tetap saja sulit untuk mendapatkan lowongan kerja. hal ini tidak sebanding dengan lowongan kerja yang mereka sediakan. Tidaklah heran, banyak orang-orang berprestasi terpaksa melanjutkan sekilah ataupu mencari kerja di negara lain. Jelas karena indonesia sangat sedikit terhadap lowongan pekerjaan yang mereka sediakan. Sehingga di luar sana banyak orang-orang indonesia yag telah berhasil. mereka mengembangkan kecerdasan mereka disana. Dapat kita simpulkan, masyarakat indonesia yang dulunya tinggal di indonesia, sekarang banyak yang telah berpindah tetap di luar negri. janganlah heran, jika indonesia akan terus di bodoh bodohi negara luar dengan beberapa masalah. sebab mereka akan lebih banyak menampung orang cerdas yang pada dasarnya adalah masyarakat yang dulunya orang asli indonesia.

Untuk menuju pemerataan pendidikan yang efektif dan menyeluruh, kita perlu mengetahui beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi sektor pendidikan kita. Permasalahan itu antara lain mengenai keterbatasan daya tampung, kerusakan sarana prasarana, kurangnya tenaga pengajar, proses pembelajaran yang konvensional, dan keterbatasan anggaran. Hal inipun menjadi faktor pengaruh pendidikan masyarakat miskin menjadi rendahbegitu pula dengan tenaga pengajar sebagai guru pun sangat minim. bagi tenaga pengajar mereka akan tidak ingin untuk mengajarkan ilmu karena mungkin bisa disebabkan pada gaji atau upah mereka yang tidak sesuai standar.
Merujuk pada UUD 1945 pasal 31 ayat 4, negara memiliki kewajiban untuk mengatasi rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam membiayai pendidikan. Pada dasarnya, indonesia memiliki banyak dana untuk masalah pemerataan pendidikan. Akan tetapi sangat di sayangkan, dana yang seharusnya di alokasikan kepada masyarakat yang butuh pendidikan, tetapi pemerintah tidak melaksanakan sebagaimana amanat yang nereka kerjakan. buktinya, masih saja di beberapa daerah terpencil mereka buta akan pendidikan. Ironisnya biaya pendidikan semakin melambung tinggi tanpa mampu dikendalikan bahkan oleh pemerintah sekalipun. Tentu saja hal ini semakin mematahkan  harapan rakyat miskin untuk mampu menjamah pendidikan yang layak dan berkualitas. Padahal pendidikan adalah hak mendasar dari setiap warga negara dalam rangka memperbaiki masa depan hidup generasi bangsa.. Saat ini masih saja sebagian saudara-saudara kita buta huruf total. Hal ini membuat hati terasa pilu, mereka yang seharusnya mendapatkan hak untuk pendidikan, akan tetapi hal ini seperti mustahil bagi mereka. jika kita melihat keadaan ini, hati akan merasa kecewa terhadap pemerintah, kemana saja dana yang seharusnya menjadi hak masyarakat untuk masalah pendidikan.

Saat ini pemerintah pun telah berusaha untuk menanggulangi ketidakmerataan pendidikan indonesia. Kita ketahui pemerintah telah mengeluarkan dana BOS ( bantuan operasional sekolah ) untuk masyarakat miskin ataupun yang kurang mampu. tapi apa? alhasil dana tersebut tidak dipergunakan dengan rata, masih saja sebagian masyarakat tidak mendapatkan pendidikan. semua kembali pada faktor ekonomi masyarakat itu sendiri.

Pemerataan pendidikan ini belum dilakukan secara merata terutama di kalangan masyarakat miskin. pendidikan indonesia yag relatif mahal membuat pemerataan pendidikan indonesia tidak terkontrol. Pemerintah telah berupaya mewajibkan pendidikan 9 tahun, beasiswa bagi siswa yang berprestasi, dana BOS yang sangat tinggi, sekolah gratis bagi masyarakat kecil, namun dana tersebut masih belum merata. ternyata, di balik kayanya negara indonesia, hasil bumi yang melimpah, masih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan haknya yaitu pendidikan. hal ini sangat di sayangkan, saudara-saudara kita yang masih tinggal di pedesaan tidak seberuntung masyarakt kota. Harusnya kita satu, pemerintah harusnya adil membagi rata hak mereka terhadap pendidikan.Padahal mereka sangat butuh dengan pendidikan. Walaupun pemerintah telah berupaya, tetapi masih ada sebagian masyarakat yang tidak mendapatkan pendidikan.

Wanty Zahara

2 SA 03

Softskill – Ilmu sosial dasar

2011

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: